Disbudpar PPU Siapkan Hibah Sarana Seni dan Ekraf Senilai Rp600 Juta

Sejumlah sarana yang disiapkan Disbudpar PPU untuk dihibahkan kepada pegiat seni dan pelaku ekonomi kreatif. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengalokasikan anggaran Rp600 juta untuk bantuan sarana dan prasarana bagi lembaga kebudayaan, sanggar seni, serta pelaku ekonomi kreatif. Bantuan ini diharapkan menunjang kegiatan seni sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

Sekretaris Disbudpar PPU, Suparman, mengatakan sejumlah barang bantuan telah tiba di kantor dinas. Sebelum diserahkan kepada penerima, seluruh barang akan diperiksa untuk memastikan kondisi fisik dan kelengkapan administrasinya sesuai ketentuan.

Bacaan Lainnya

“Untuk sementara ini yang sudah datang ada tiga unit fisik. Dua unit perangkat sound system masing-masing diperuntukkan bagi Dewan Kesenian Daerah dan Sanggar Seni Harmoni di Kecamatan Waru. Sementara satu unit lainnya berupa tenda sarnafil yang kita alokasikan untuk memfasilitasi sektor ekonomi kreatif,” kata Suparman, Minggu (11/10/2026).

Tiga unit tersebut terdiri atas dua perangkat sound system dan satu tenda sarnafil. Perangkat suara diharapkan mendukung kegiatan pertunjukan dan aktivitas kesenian, sedangkan tenda dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pelaku ekonomi kreatif.

Suparman menjelaskan, pengadaan bantuan berawal dari proposal yang diajukan lembaga seni, lembaga adat, dan pelaku ekonomi kreatif. Usulan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan sarana yang dapat difasilitasi melalui anggaran pemerintah daerah.

Ia menyebut alokasi anggaran bantuan mencapai Rp600 juta. Jika dibagi rata, nilai anggaran untuk setiap paket bantuan berkisar Rp200 juta. Namun, penyerahan barang tetap menunggu pemeriksaan dan penyelesaian administrasi agar prosesnya berjalan tertib serta dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah penyesuaian anggaran daerah, Disbudpar PPU menyatakan dukungan terhadap pelestarian adat, pengembangan seni, dan ekonomi kreatif tetap menjadi perhatian pemerintah.

Ke depan, Disbudpar akan kembali mengidentifikasi kebutuhan pegiat seni dan pelaku ekonomi kreatif. Usulan yang dinilai prioritas akan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk ditelaah dalam pembahasan anggaran berikutnya.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap pelaku seni dan ekonomi kreatif memiliki sarana yang memadai untuk mengembangkan kegiatan serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya daerah. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *