Ideanews.co, Penajam – Upaya mendorong penerapan teknologi pertanian modern di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai dilakukan Dinas Pertanian melalui penyiapan lahan percontohan atau demplot Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Demplot tersebut disiapkan di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, dengan luas mencapai 6 hektare. Lahan ini akan menjadi lokasi percontohan budidaya padi dengan pendekatan pertanian modern sekaligus mendukung peningkatan produksi dan perluasan areal tanam.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan daerahnya mendapat alokasi penerapan PM-AAS seluas 3.546 hektare. Luasan tersebut menjadi bagian dari total alokasi 7.125 hektare PM-AAS di Kalimantan Timur.
Program tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional penerapan pertanian modern pada lahan seluas 1 juta hektare. Pelaksanaannya di PPU dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
“Untuk mendukung pelaksanaan 1 juta hektare PM-AAS secara nasional, PPU mendapatkan alokasi seluas 3.546 hektare. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sampai akhir 2026,” kata Gunawan, Kamis (25/9/2026).
Menurut Gunawan, kondisi kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan lokasi gerakan tanam. Dinas Pertanian PPU pun melakukan pemetaan terhadap lahan yang masih memiliki kondisi memungkinkan untuk ditanami padi.
“Kondisi saat ini masih kekeringan. Karena itu, kami memilih lahan yang memungkinkan untuk ditanami padi sebagai lokasi percontohan. Ini juga menjadi bagian dari kontribusi PPU terhadap upaya penambahan luas tanam padi secara nasional,” jelasnya.
Kesiapan demplot PM-AAS di Desa Sesulu turut mendapat perhatian dari Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, pihak BRMP melakukan koordinasi terkait teknis pelaksanaan demplot serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Peninjauan langsung ke lokasi juga dilakukan untuk memastikan kondisi lahan dan kesiapan pelaksanaan program di lapangan.
Gunawan berharap demplot tersebut tidak hanya menjadi lokasi uji coba, tetapi mampu memberikan gambaran nyata mengenai penerapan sistem budidaya padi berbasis pertanian modern kepada masyarakat.
Hasil dari percontohan itu nantinya diharapkan dapat diterapkan oleh petani secara lebih luas di berbagai wilayah PPU.
“Harapan kami, hasil percontohan ini bisa menjadi acuan dalam budidaya padi dan diterapkan secara masif oleh seluruh petani di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.
Gerakan tanam PM-AAS di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Direktur Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI bersama Bupati PPU Mudyat Noor serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU. (Adv/Nad)









