Ideanews.co, Berau – Bagi sebagian orang, terjun ke politik adalah proses panjang yang dimulai dari membangun pengalaman, jaringan, hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan partai. Namun, perjalanan berbeda dipilih Indera Teguh Nur Cahyadi.
PSI menjadi partai politik pertama yang dipilihnya.
Tak sekadar bergabung, Indera yang kini dipercaya sebagai Dewan Pembina DPD PSI Kabupaten Berau langsung membawa visi besar. Ia ingin memperkuat organisasi hingga ke akar rumput, memenangkan kursi DPRD, sekaligus menyiapkan kekuatan menghadapi kontestasi kepala daerah.
“Masuknya saya ini targetnya sangat besar. Salah satunya kita bukan hanya mengejar suara di DPRD, kita juga bakalan mengejar suara kepala daerah,” kata Indera.
Target itu tidak sepenuhnya dimulai dari ruang kosong. PSI Berau, menurut Indera, kini telah memiliki hampir 3.000 anggota yang telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA).
Bagi Indera, angka tersebut bukan sekadar statistik. Hampir 3.000 anggota itu merupakan modal awal untuk membangun mesin organisasi yang lebih kuat.
Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kekuatan tersebut benar-benar hidup hingga tingkat paling bawah.
“Kalau hari ini PSI yang sudah login di Berau hampir 3.000, akar rumput, DPC, DPRT bakalan kita tingkatkan lagi,” ujarnya.


Turun Langsung ke Kecamatan
Indera menyadari, membangun partai tidak cukup dilakukan dari balik meja atau hanya melalui rapat di tingkat kabupaten.
Ia berencana turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan konsolidasi dan memastikan struktur organisasi bergerak hingga desa dan kelurahan.
“Saya bakalan turun juga ke kecamatan-kecamatan. Kita akan kuatkan sampai akar rumput,” katanya.
Semangat tersebut semakin menguat setelah pertemuannya dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Berau sehari sebelumnya. Menurut Indera, dalam pertemuan itu juga disampaikan pesan agar PSI Berau terus diperbesar dan diperkuat hingga tingkat akar rumput.
“Pak Menteri juga meminta kita membesarkan PSI sampai ke akar rumput. Jadi ini yang akan kita kerjakan bersama-sama,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi Indera dan jajaran PSI Berau. Struktur organisasi, menurut dia, tidak boleh hanya ada dalam daftar kepengurusan, tetapi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Langkah Pertama di Dunia Politik
Menariknya, target besar itu justru dibawa seseorang yang mengaku baru pertama kali masuk partai politik.
Indera mengatakan sebelumnya ia belum pernah menjadi anggota partai mana pun.
“Pertama kali saya betul-betul, sebelumnya saya belum pernah berpartai. Baru kali ini saya berpartai,” tuturnya.
Keputusan tersebut lahir setelah komunikasi dengan jajaran PSI. Ia mengaku mendapat ajakan untuk bergabung dan kemudian bertemu dengan pimpinan partai di tingkat wilayah.
“Saya diminta login, diminta oleh Bapak Sekjen. Saya juga sudah ketemu Ketua DPW,” katanya.
Komunikasi yang semakin intens membuat Indera mulai melihat PSI sebagai kendaraan politik yang sesuai dengan langkah yang ingin dibangunnya di Berau.
Salah satu pertimbangannya adalah figur Joko Widodo yang ia pandang sebagai sosok sentral dalam perkembangan politik PSI.
“Salah satu saya mau masuk PSI itu karena kita lihat sosok sentralnya Pak Jokowi,” ujar Indera.
Selain itu, ia juga melihat kepemimpinan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sebagai bagian dari wajah baru yang ditawarkan partai tersebut.
“Kita juga lihat pemimpin Ketua DPP ini Mas Kaesang,” katanya.
Tidak Hanya Mengejar Kursi
Bagi Indera, membesarkan partai bukan semata-mata soal berapa banyak kursi yang bisa diperoleh dalam pemilu.
Ia ingin kekuatan politik yang dibangun nantinya memiliki hubungan langsung dengan persoalan masyarakat.
Tiga sektor menjadi perhatian yang ia sebut sebagai prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, dan pembangunan jalan desa.
“Target kita ini isinya mengarah ke pendidikan, kesehatan, jalan desa. Itu prioritas kita saat ini,” kata Indera.
Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat kecamatan dan kampung dianggap penting. Dengan adanya jaringan di lapisan bawah, persoalan masyarakat diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan diperjuangkan.
Pendekatan tersebut juga menjadi alasan Indera ingin PSI tidak hanya dikenal ketika momentum pemilu tiba.
Partai, menurutnya, harus hadir lebih awal, mendengar persoalan warga, dan membangun kepercayaan melalui kerja nyata.
Membuka Pintu Selebar-lebarnya
Dalam membangun PSI Berau, Indera mengatakan tidak ingin membuat batas berdasarkan usia maupun kondisi ekonomi.
Ia mengajak siapa pun yang memiliki keinginan untuk bergabung dan membangun partai bersama.
“Harapannya teman-teman di kecamatan, waktunya login di PSI. Kita tidak bakalan pilih-pilih, mau tua ataupun muda, mau kaya ataupun miskin,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk berjalan bersama, bukan bergerak secara terpisah.
“Ayo kita coba hari ini berpegangan tangan. Kita menguatkan PSI bersama-sama,” katanya.
Hampir 3.000 KTA yang telah diterbitkan menjadi salah satu alasan Indera optimistis.
“Saya bersyukur hari ini, Alhamdulillah, sudah hampir 3.000 orang yang dikeluarkan KTA-nya. Waktunya yang muda bersatu sama-sama,” ujarnya.
Berani Bergerak Meski Belum Punya Kursi
PSI Berau hingga kini belum memiliki wakil di DPRD Kabupaten Berau. Namun, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai alasan untuk menunggu.
Indera justru melihat ada ruang besar yang harus diisi dengan kerja organisasi.
Ia mencontohkan kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Berau sebagai salah satu bentuk keberanian PSI untuk bergerak dan membangun komunikasi politik meski belum memiliki kursi di parlemen daerah.
“Walaupun belum ada anggota DPRD-nya, kita sudah berani hari ini mengundang Pak Menteri,” kata Indera.
Bagi Indera, keberadaan kursi legislatif memang menjadi target. Namun, kursi tersebut harus menjadi hasil dari proses panjang membangun kepercayaan dan kekuatan organisasi di masyarakat.
Kini, langkah pertamanya di dunia politik telah dimulai.
Dari hampir 3.000 KTA, Indera ingin membangun lebih banyak jaringan. Dari DPC hingga DPRT, dari kecamatan hingga desa dan kelurahan.
Ujungnya adalah target yang jauh lebih besar: menjadikan PSI sebagai kekuatan politik yang mampu berbicara dalam perebutan kursi DPRD sekaligus ikut menentukan arah kontestasi kepala daerah di Berau.
“Masuknya saya ini targetnya sangat besar,” kata Indera. (Tim Redaksi)









