Ideanews.co, Jakarta – Memasuki usia enam dekade, Korps HMI-Wati (KOHATI) kembali menegaskan arah gerakannya dalam menjawab tantangan perempuan dan masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-60 KOHATI menjadi pijakan bagi KOHATI PB HMI Periode 2024-2026 untuk meluncurkan gerakan “September Bernilai”.
Gerakan dengan tema “KOHATI Bernilai, Perempuan Berdaulat” tersebut resmi diluncurkan pada Senin (7/9/2026) di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan.
“September Bernilai” akan berlangsung sepanjang September dengan sejumlah agenda yang menggabungkan pengabdian sosial, diskusi dan ruang pemikiran, serta penguatan kapasitas kader.
Gerakan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan 60 tahun perjalanan KOHATI sejak 1966, tetapi juga diarahkan sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas HMI-Wati agar mampu membaca persoalan, berani mengambil sikap, sekaligus menghadirkan solusi di tengah masyarakat.
Ketua Pelaksana “September Bernilai”, Nur Indah, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bersama bagi kader KOHATI untuk memperluas kontribusi dan kebermanfaatan.
“September Bernilai kami hadirkan untuk menguatkan kapasitas dan keberanian kader HMI-Wati. Usia 60 tahun harus menjadi energi baru bagi KOHATI untuk terus relevan, bergerak, dan memberi dampak,” ujar Nur Indah.
Ia menambahkan, keberhasilan rangkaian kegiatan tersebut membutuhkan gotong royong serta komitmen bersama dari kader KOHATI di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum KOHATI PB HMI, Sri Meisista, menyebut perjalanan 60 tahun KOHATI telah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan HMI-Wati.
Menurutnya, enam dekade perjalanan KOHATI merupakan proses pendewasaan yang memberikan ruang bagi HMI-Wati untuk belajar, tumbuh, memimpin, dan mengambil peran di tengah masyarakat.
“Momentum ini harus membawa kita untuk melihat kembali perjalanan perjuangan KOHATI sekaligus menentukan keberanian kita dalam menjawab tantangan ke depan,” kata Sri Meisista.
Sri menegaskan, konsep perempuan berdaulat tidak terlepas dari pengetahuan, kapasitas, kemandirian, serta keberanian dalam menentukan sikap.
Karena itu, “September Bernilai” diharapkan mampu mendorong kader KOHATI untuk terus mengembangkan kapasitas dan mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan keumatan.
“Kita ingin KOHATI yang bernilai melahirkan perempuan yang berdaulat, perempuan yang mampu menentukan arah hidupnya, berani bersuara, dan hadir membawa perubahan,” tegasnya.
Peluncuran “September Bernilai” turut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, yang menyampaikan dukungan terhadap rangkaian Dies Natalis ke-60 KOHATI.
Dengan dimulainya “September Bernilai”, KOHATI PB HMI mengajak seluruh kader menjadikan September sebagai ruang untuk bertumbuh, bergerak, dan memberi arti. (Tim Redaksi)









