Revitalisasi 60 Sekolah di PPU Telan Rp27 Miliar, Dana Dikelola secara Swakelola

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora Kabupaten PPU, Ricci Firmansyah. (Idnews).

Ideanews.co, Penajam – Sebanyak 60 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menerima bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp27 miliar dari pemerintah pusat. Program ini mencakup jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan program revitalisasi tersebut telah berjalan. Bantuan ini ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, Kabupaten Penajam Paser Utara kembali mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian dan saat ini sudah berjalan. Bantuan ini mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP,” ujar Ricci, Minggu (11/10/2026).

Dari total 60 sekolah penerima, sebanyak 42 merupakan TK, 10 SD, dan delapan SMP. Dengan jumlah tersebut, jenjang pendidikan anak usia dini menjadi penerima terbanyak dalam program revitalisasi tahun ini.

Ricci menjelaskan, total anggaran Rp27 miliar disalurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah penerima. Pemerintah daerah tidak menjadi perantara dalam penyaluran dana tersebut.

Pelaksanaan pembangunan dan perbaikan fasilitas menggunakan mekanisme swakelola. Artinya, kegiatan dikelola langsung oleh pihak sekolah sesuai ketentuan program, dengan pengawasan dari tenaga yang ditunjuk.

“Total anggarannya mencapai Rp27 miliar untuk 60 sekolah. Anggaran tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah,” jelasnya.

“Karena mekanismenya swakelola, kegiatan dilaksanakan sendiri oleh pihak sekolah dan diawasi oleh tenaga yang ditunjuk oleh sekolah,” sambungnya.

Melalui skema ini, sekolah memiliki peran langsung dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan sarana dan prasarana yang harus diperbaiki. Pengawasan juga diperlukan agar penggunaan anggaran dan hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan.

Ricci berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah penerima, terutama dalam meningkatkan kualitas fasilitas belajar.

“Sekaligus memastikan para siswa di Kabupaten PPU dapat menikmati ruang belajar yang lebih aman, nyaman, danrepresentatif,” pungkasnya. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *