PPU Bidik Indeks Pertanaman 300, Siapkan 3.654 Hektare Sawah untuk Tanam Oktober

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rozihan Azward. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mempercepat masa tanam padi untuk meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab PPU menargetkan Indeks Pertanaman (IP) 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Azward, mengatakan petani di daerah tersebut umumnya telah melaksanakan dua kali masa tanam setiap tahun. Pemerintah kini mendorong penanaman ketiga agar pemanfaatan lahan persawahan semakin optimal.

Bacaan Lainnya

“Upaya strategis ini diambil sebagai langkah nyata kami untuk mendukung program ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan, sekaligus mendongkrak total produksi beras lokal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat PPU dan sekitarnya,” ujar Rozihan, Minggu (11/10/2026).

Penanaman padi periode ketiga direncanakan mulai Oktober 2026. Penentuan jadwal tersebut mempertimbangkan perkiraan awal musim hujan, terutama untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Sebagai tahap awal, Dinas Pertanian PPU menargetkan penanaman pada lahan seluas 3.654 hektare sepanjang Oktober. Lahan tersebut telah dipetakan sebagai potensi area yang dapat digarap kelompok tani.

Rozihan mengatakan target awal tersebut telah masuk dalam rencana kerja yang dilaporkan kepada pemerintah provinsi. Pemkab PPU berharap pelaksanaannya berjalan sesuai jadwal dengan dukungan petani dan kesiapan lahan.

Selanjutnya, pada November hingga Desember 2026, pemerintah daerah menargetkan tambahan potensi luas tanam sekitar 5.000 hektare. Perluasan ini diharapkan membantu pencapaian IP 300 sekaligus meningkatkan produksi padi lokal.

Meski demikian, keberhasilan program bergantung pada sejumlah faktor, terutama kesiapan lahan, ketersediaan air, dan koordinasi dengan kelompok tani. Pengaturan jadwal tanam juga diperlukan agar pelaksanaan di lapangan berjalan lebih terarah.

Rozihan berharap peningkatan intensitas tanam dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Produksi yang lebih optimal diharapkan mampu memperkuat pasokan beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di PPU.

“Melalui percepatan masa tanam yang terstruktur ini, hasil panen padi yang melimpah diharapkan mampu mendongkrak perekonomian para petani lokal serta menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” pungkasnya. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *