Stok Obat Ternak di PPU Menipis, Distan Andalkan Bantuan Provinsi

Stok obat ternak mulai menipis. (Ist)

Ideanews.co, Penajam – Ketersediaan obat-obatan untuk penanganan kesehatan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, semakin terbatas akibat kendala anggaran. Dinas Pertanian (Distan) PPU kini mengandalkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk memenuhi kebutuhan obat ternak yang mulai menipis.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengatakan pengadaan obat-obatan untuk ternak terakhir mendapat dukungan anggaran cukup besar pada 2024, yakni sekitar Rp80 juta. Sementara itu, pengadaan untuk kebutuhan tahun berikutnya belum memperoleh kepastian anggaran.

Bacaan Lainnya

“Kita kemarin mengadakan untuk 2027 itu Rp200 juta, cuma sama sekali nggak dapat kita. Sementara ini sudah menipis, paling minta ke provinsi walaupun provinsi terbatas,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Ristu menjelaskan, obat-obatan tersebut mendukung pelayanan kesehatan hewan, terutama ketika petugas menerima laporan ternak sakit dari masyarakat. Selama persediaan tersedia, petugas dapat memberikan pengobatan secara gratis kepada peternak.

“Kalau selama ini obatnya tersedia, pengobatan bisa diberikan secara gratis. Tetapi kalau stok di kantor habis, petugas di lapangan mau tidak mau harus mencari obat sendiri,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berpotensi menambah beban peternak. Ketika obat dari dinas tidak tersedia, petugas perlu berkoordinasi dengan pemilik ternak mengenai kemungkinan pembelian obat secara mandiri agar penanganan tetap berjalan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Distan PPU berupaya meminta tambahan obat-obatan kepada pemerintah provinsi. Namun, bantuan itu belum tentu dapat memenuhi seluruh kebutuhan karena ketersediaan stok dan kemampuan anggaran provinsi juga terbatas.

Menurut Ristu, pengadaan obat ternak perlu menjadi perhatian karena pelayanan kesehatan hewan berlangsung sepanjang tahun. Persediaan yang memadai diperlukan agar petugas dapat merespons laporan masyarakat secara optimal tanpa terkendala kebutuhan obat.

Distan PPU juga telah mengusulkan anggaran pengadaan obat untuk 2027. Namun, usulan tersebut belum mendapat alokasi sehingga kepastian pemenuhan kebutuhan obat masih menunggu keputusan pemerintah daerah.

Keterbatasan persediaan ini menjadi tantangan dalam menjaga pelayanan kesehatan hewan di PPU. Dukungan anggaran yang memadai diperlukan agar penanganan ternak sakit tetap berjalan dan peternak tidak sepenuhnya menanggung biaya pengobatan secara mandiri.(Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *