Pelayanan Obat Ternak PPU Didukung Laboratorium Kesehatan Hewan

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula. (Ist)

Ideanews.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengoptimalkan pelayanan kesehatan hewan melalui pengelolaan obat di laboratorium kesehatan hewan. Fasilitas ini membantu petugas memenuhi kebutuhan obat saat menangani ternak yang mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menjelaskan petugas lapangan dapat mengajukan kebutuhan obat ketika menemukan ternak dengan gejala penyakit tertentu. Selanjutnya, petugas laboratorium menyiapkan obat sesuai kebutuhan penanganan.

Bacaan Lainnya

“Kalau teman-teman di lapangan menemukan gejala penyakit tertentu, mereka mengajukan kebutuhan obat ke laboratorium. Nanti obat dikeluarkan sesuai kebutuhan,” jelasnya, Minggu (25/10/2026).

Ristu mengatakan, layanan tersebut membantu peternak memperoleh penanganan kesehatan hewan. Selama stok masih tersedia, dinas dapat memberikan obat secara gratis sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhan obat dari dinas.

Meski demikian, kelancaran pelayanan bergantung pada ketersediaan stok. Ketika persediaan menipis, petugas perlu mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, termasuk meminta bantuan obat kepada pemerintah provinsi.

Selain menjaga ketersediaan, Distan PPU juga memperhatikan masa kedaluwarsa setiap obat. Petugas tidak boleh menggunakan obat yang telah melewati masa berlaku karena dapat mengurangi efektivitas pengobatan dan menimbulkan risiko bagi ternak.

“Kalau obat sudah kedaluwarsa, tidak bisa diberikan lagi kepada hewan. Obat seperti itu harus dimusnahkan,” ujarnya.

Ristu menjelaskan, kebutuhan obat ternak terdiri atas berbagai jenis yang penggunaannya menyesuaikan kondisi dan gejala penyakit. Karena itu, petugas perlu memilih obat berdasarkan kebutuhan penanganan agar pengobatan berjalan tepat.

Untuk memenuhi kebutuhan pengadaan, Distan PPU biasanya membeli obat melalui distributor di Balikpapan dan Samarinda. Sementara itu, laboratorium kesehatan hewan menjadi fasilitas penyimpanan obat milik dinas dengan dukungan dokter hewan dan paramedis.

Ristu berharap dinas dapat menjaga ketersediaan obat agar petugas mampu menindaklanjuti laporan kesehatan hewan secara tepat waktu. Persediaan yang memadai juga membantu peternak memperoleh pelayanan tanpa terkendala kebutuhan obat.

Di sisi lain, dukungan anggaran pengadaan tetap diperlukan untuk menjaga stok sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan anggaran berkelanjutan, Distan PPU berharap pelayanan kesehatan hewan dapat berjalan optimal serta membantu peternak menjaga kesehatan dan produktivitas ternaknya.(Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *