Pembangunan BLK PPU Masih Menunggu Kepastian, Pemkab Siapkan Lahan 5 Hektare

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P2NAKERTRANS) Disnakertrans PPU, Eko. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengupayakan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Namun, rencana pembangunan fasilitas tersebut belum memiliki kepastian waktu pelaksanaan. Saat ini, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas sekitar lima hektare di samping Rumah Adat PPU sebagai lokasi alternatif setelah rencana sebelumnya terkendala persoalan sengketa tanah.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P2NAKERTRANS) Disnakertrans PPU, Eko, menjelaskan bahwa pemerintah awalnya merencanakan pembangunan BLK di kawasan Bulu dengan luas lahan sekitar 10 hektare. Namun, persoalan sengketa membuat pemerintah harus mencari lokasi pengganti. Kamis, (29/10/2026).

Bacaan Lainnya

Eko menyebut pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah dua kali mengunjungi lokasi alternatif di samping Rumah Adat PPU. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembahasan rencana pembangunan fasilitas pelatihan kerja di daerah.

Meski telah menyiapkan lahan pengganti, Disnakertrans PPU masih harus menyelesaikan sejumlah persyaratan administrasi dan pertimbangan teknis (pertek). Salah satu tahapan penting yang harus pemerintah daerah tempuh yakni menyelesaikan mekanisme hibah lahan sesuai ketentuan.

Eko mengatakan proses hibah menjadi persyaratan sebelum pemerintah dapat melanjutkan tahapan pembangunan. Namun, penyelesaian administrasi tersebut belum menjamin pembangunan langsung berjalan pada tahun ini.

Ia menjelaskan, kepastian pelaksanaan juga bergantung pada kesiapan anggaran serta keputusan pihak Kemenaker. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait realisasi pembangunan BLK tersebut.

Padahal, keberadaan BLK dapat membantu pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Selama ini, Disnakertrans PPU masih harus mengirim sejumlah peserta ke luar daerah untuk mengikuti pelatihan tertentu.

Melalui pembangunan BLK, pemerintah berharap dapat menyelenggarakan pelatihan secara mandiri di PPU. Selain menghemat kebutuhan pengiriman peserta, fasilitas tersebut juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam memperoleh pekerjaan.

(Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *