Pemkab PPU Padukan Dana Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Jamban Warga

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. (Idnews)

Ideanews.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memadukan anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk melengkapi fasilitas sanitasi warga di Kelurahan Maridan dan Riko. Pemerintah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun tangki septik beserta perpipaan, sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membiayai penyediaan kloset.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Jimmy Julianto, mengatakan pembagian anggaran tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan utama fasilitas sanitasi di rumah penerima bantuan. Senin, (26/10/2026).

Bacaan Lainnya

“Kalau program jamban itu sebenarnya kita ada dua, ya. Yang dari dana DAK sama yang dari dana APBD PPU,” ungkapnya.

Jimmy menjelaskan, bantuan melalui DAK mencakup tangki septik dan pipa, tetapi belum meliputi seluruh perangkat jamban. Karena itu, pemerintah daerah mengalokasikan APBD untuk menyediakan kloset beserta dudukannya agar seluruh komponen dapat terpasang dan berfungsi.

“Kalau DAK itu tangki septiknya sama pipanya. Kalau APBD itu nanti kloset, klosetnya, dudukan klosetnya,” jelasnya.

Meski demikian, bantuan pemerintah belum mencakup pembangunan bilik atau ruang penutup jamban. Pekerjaan tersebut berada di luar cakupan program Dinas PUPR sehingga masyarakat penerima perlu menyiapkannya secara mandiri. Dengan pembagian tanggung jawab ini, penerima diharapkan memahami komponen yang menjadi tanggungan pemerintah dan kebutuhan yang harus mereka penuhi sendiri.

Jimmy menegaskan, tangki septik, perpipaan, dan kloset akan saling terhubung setelah pemasangan selesai sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan sesuai fungsinya.

“Jadi nyambung dia, jadi langsung fungsi,” ujarnya.

Pada 2026, program pembangunan jamban ini menyasar 161 unit, dengan rincian 110 unit di Kelurahan Maridan dan 51 unit di Kelurahan Riko. Dari jumlah tersebut, seluruh 110 tangki septik di Maridan telah selesai dipasang. Sementara itu, di Riko, petugas telah menanam 22 unit tangki septik.

Jimmy menyebut progres pekerjaan yang bersumber dari DAK di kedua lokasi telah melampaui 70 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Desember 2026 dan berupaya menyelesaikannya sebelum tanggal 20.

“Insyaallah sebelum pertengahan bulan mungkin sudah selesai. Sebelum tanggal 20,” tutupnya. (Adv/Nad)

Pos terkait

banner 868x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *