DPRD Dorong BUMD Kaltim Keluar dari Zona Aman, Ananda Moeis: Saatnya Berani Ambil Risiko

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis.

Ideanews.co, Samarinda — Perubahan jajaran direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim dianggap sebagai momentum penting untuk membangkitkan kinerja perusahaan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mendorong para pemimpin baru BUMD untuk meninggalkan pola lama dan mulai berpikir lebih berani serta progresif dalam mengelola bisnis daerah.

Ananda mengkritisi kecenderungan konservatif yang selama ini membayangi banyak BUMD, di mana target bisnis hanya dibuat untuk “aman” dan bebas risiko. Ia menilai, strategi semacam itu tak lagi relevan di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan fiskal daerah yang semakin besar.

“Kalau targetnya cuma aman sampai akhir tahun, bagaimana bisa kita harap PAD meningkat? Kita butuh pola pikir bisnis yang berani membuka peluang, bukan sekadar mempertahankan,” kata Ananda, Kamis (24/07/2025).

Dengan potensi sumber daya alam dan sektor energi di Kaltim yang sangat besar, Ananda menyayangkan jika BUMD tidak dimaksimalkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru. Ia menginginkan kehadiran direksi yang visioner dan tak ragu mengeksekusi terobosan konkret.

Ia juga memberi apresiasi terhadap proses seleksi direksi yang melibatkan tim independen dan memenuhi kriteria ketat. Namun, Ananda menegaskan bahwa yang lebih penting adalah hasil kerja, bukan sekadar proses.

“Sekarang waktunya membuktikan. Jangan hanya ganti nama dan jabatan, tapi tidak ada perubahan signifikan dalam performa,” tegasnya.

Menurut Ananda, BUMD idealnya menjadi garda depan dalam memajukan ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pusat. Oleh sebab itu, DPRD akan mengawal langsung program-program strategis yang dijanjikan para direksi baru. (Adv)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *