Dari Berau untuk Indonesia, Batik Karya Putri Maluang Didorong Tembus Pasar Nasional

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Ketua Dekranasda Berau Brigjen Pol. (Purn.) Edy Suswanto mengunjungi stan Batik Putri Maluang pada Bazar Harganas ke-33 Tingkat Kaltim di Berau.

Ideanews.co, Berau –  Di antara deretan stan yang memamerkan beragam produk unggulan dari seluruh penjuru Kalimantan Timur, satu sudut di arena Bazar Gelar Produk Harganas ke-33 Tahun 2026 tak pernah sepi pengunjung. Hamparan kain dengan corak khas pesisir, warna-warna alam yang lembut, serta sentuhan desain modern seolah mengundang siapa pun untuk singgah lebih lama.

Stan itu milik Kabupaten Berau.

Read More

Saat Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melangkahkan kaki ke stan tersebut, perhatiannya langsung tertuju pada deretan motif batik yang dipajang rapi. Ia mengamati setiap detail corak yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Bumi Batiwakkal. Sesekali ia berdialog dengan para pengrajin dan pengelola stan, menanyakan filosofi di balik motif-motif yang ditampilkan.

“Motifnya sangat menarik dan memiliki ciri khas yang kuat. Ini menjadi kekayaan budaya yang harus terus dipromosikan,” ujar Rudy Mas’ud.

Apresiasi itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para perajin batik Berau yang selama ini konsisten menjaga identitas lokal melalui selembar kain. Di balik setiap motif, tersimpan cerita tentang alam, sejarah, hingga kehidupan masyarakat Berau yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Brigjen Pol. (Purn.) Edy Suswanto bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memperkenalkan koleksi batik karya Putri Arofah, pendiri Batik Putri Maluang. Koleksi tersebut bukan sekadar menampilkan kain batik, tetapi juga menghadirkan transformasi batik dalam berbagai produk fesyen modern.

Kemeja kasual, gaun, outer, hingga jaket pria dan wanita berbahan batik menjadi bukti bahwa wastra tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perpaduan nilai budaya dan sentuhan desain kontemporer membuat batik Berau tampil lebih segar dan semakin dekat dengan gaya hidup generasi muda.

Bagi Edy Suswanto, perubahan itu bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi agar batik tetap hidup di tengah perkembangan industri kreatif.

“Kami ingin batik Berau semakin dikenal, dicintai masyarakat, dan mampu bersaing hingga pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Motif batik khas Berau dikenakan oleh Duta Pemuda Kabupaten Berau. (Foto: Instagram @putrimaluangbatik_)

Menurutnya, Dekranasda Berau terus mendorong pembinaan UMKM, peningkatan kualitas produk, hingga promosi berkelanjutan agar para perajin memiliki ruang lebih luas untuk berkembang. Kolaborasi dengan desainer lokal juga menjadi langkah penting agar batik tidak lagi identik dengan busana formal, melainkan menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Semangat itu juga diwujudkan melalui dorongan penggunaan batik dan tenun lokal di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun sektor swasta. Semakin banyak batik dikenakan, semakin besar pula peluang ekonomi yang mengalir kepada para perajin dan pelaku UMKM.

Bagi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, momentum Harganas bukan hanya menjadi ajang pameran produk daerah, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan identitas budaya Berau kepada masyarakat Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Berau, kata dia, akan terus membuka ruang promosi bagi UMKM agar produk-produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kami ingin batik Berau menjadi identitas daerah yang membanggakan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin melalui pasar yang semakin luas,” ujar Sri Juniarsih.

Di tengah derasnya arus industri fesyen modern, batik Berau menunjukkan bahwa tradisi tidak harus tertinggal. Dengan inovasi, kualitas, dan dukungan berbagai pihak, selembar kain bermotif khas Berau kini tak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga membawa harapan baru bagi para perajin untuk melangkah lebih jauh dari sudut stan pameran di Kalimantan Timur menuju panggung nasional, bahkan dunia. (Tim Redaksi)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *