Dewan Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Transparansi dalam Penyusunan APBD Kaltim

Anggota DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle.

Ideanews.co, Samarinda — Anggota DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa penyusunan anggaran bukan tugas satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar perencanaan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Penyusunan prognosis anggaran adalah proses bertahap yang melibatkan banyak pihak. Baik anggaran murni maupun perubahan, semuanya memiliki tahapan dan target yang jelas. Idealnya, proses ini berjalan dari Mei hingga Agustus,” ujar Sabaruddin.

DPRD Kaltim sendiri akan melibatkan seluruh Komisi, dari I hingga IV, dalam proses perencanaan anggaran guna memperkuat fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan. Komisi II tengah melakukan pengawasan aktif melalui hak dengar pendapat dengan mitra kerja terkait.

Namun, ketidakhadiran Kepala Bapenda menjadi catatan penting karena DPRD ingin menggali isu-isu strategis tentang optimalisasi pendapatan daerah secara langsung.

“Ini kesempatan penting untuk menggali informasi. Sayangnya, kepala Bapenda tidak hadir sehingga beberapa isu krusial belum dibahas secara mendalam,” ungkapnya.

Meski begitu, Sabaruddin memastikan rapat lanjutan akan diagendakan dengan mengharapkan seluruh kepala OPD hadir membawa data lengkap dan akurat.

“Data yang detail dan valid sangat penting untuk menunjang fungsi pengawasan kami. Ini bukan hanya persoalan teknis, tapi tanggung jawab moral dan politik kepada rakyat,” tegasnya.

Di akhir, Sabaruddin menegaskan proses ini bagian dari monitoring dan evaluasi DPRD Kaltim agar setiap rupiah APBD digunakan secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama kami. Setiap rupiah APBD harus berdampak langsung bagi rakyat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

banner 868x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *